

Tunjung Lor – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) DR Kelompok 1 kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui penyelenggaraan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Tangan di Desa Tunjung Lor. Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja bidang ekonomi kreatif yang bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memproduksi sabun cuci tangan secara mandiri, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Kegiatan menghadirkan dua narasumber dari SMK Karya Teknologi 2 Jatilawang, yaitu Ibu Sri Anti dan Ibu Intan Siti Nuraini, yang membagikan pengetahuan sekaligus pengalaman praktis mengenai proses pembuatan sabun cuci tangan. Pelatihan diikuti oleh masyarakat Desa Tunjung Lor dengan antusias, khususnya ibu-ibu dan remaja, yang tampak aktif mengikuti setiap sesi materi maupun praktik.
Dalam penyampaian materinya, narasumber menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan tangan sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran berbagai penyakit. Selain memberikan pemahaman mengenai manfaat sabun cuci tangan, peserta juga dikenalkan pada jenis bahan yang digunakan, takaran yang tepat, teknik pencampuran, hingga proses pengemasan produk agar memiliki kualitas yang baik dan aman digunakan. Tidak berhenti pada penyampaian teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan sabun cuci tangan. Dengan pendampingan dari narasumber dan mahasiswa KKN, peserta mencoba setiap tahapan proses produksi mulai dari pencampuran bahan, pengadukan, hingga menghasilkan sabun cuci tangan siap pakai. Suasana pelatihan berlangsung interaktif, ditandai dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi mengenai teknik pembuatan serta peluang pengembangan produk menjadi usaha rumahan.
Koordinator KKN DR Kelompok 1 Bayu Ardianto, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada edukasi kesehatan, tetapi juga mendorong lahirnya keterampilan baru yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain memahami pentingnya menjaga kebersihan tangan, peserta juga memperoleh keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bahkan dikembangkan menjadi usaha produktif yang mampu menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, Ibu Intan Siti Nuraini mengapresiasi semangat dan antusiasme masyarakat selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, tingginya partisipasi peserta menunjukkan adanya kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan baru yang bermanfaat.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Semoga keterampilan yang diperoleh hari ini tidak hanya diterapkan untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tutur Ibu Intan.
Selaras dengan tujuan tersebut, Perwakilan Bidang Ekonomi Kreatif KKN DR 1 Dela Nur Afani, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat berbasis keterampilan. Menurutnya, pembuatan sabun cuci tangan menjadi contoh sederhana bahwa inovasi produk rumah tangga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha apabila dikelola dengan baik.
“Melalui program ini kami ingin menghadirkan keterampilan yang mudah dipelajari, mudah dipraktikkan, dan memiliki potensi ekonomi. Harapannya, masyarakat tidak hanya mampu membuat sabun cuci tangan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga terdorong mengembangkan usaha skala rumah tangga yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga,” jelasnya.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Peserta aktif berdiskusi, mencatat setiap tahapan pembuatan, hingga mencoba secara langsung proses produksi. Di akhir pelatihan, setiap peserta berhasil menghasilkan sabun cuci tangan yang dapat dibawa pulang sebagai hasil praktik sekaligus menjadi bekal untuk diproduksi kembali secara mandiri.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN DR Kelompok 1 berharap masyarakat Desa Tunjung Lor semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari pola hidup sehat sekaligus memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif. Kolaborasi antara mahasiswa KKN, SMK Karya Teknologi 2 Jatilawang, dan masyarakat diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya melalui inovasi serta pemberdayaan berbasis potensi lokal.
| Luas Area | - m2 |
| Luas Bangunan | - m2 |
| Status Lokasi | - |
| Tahun Berdiri | - |