

Tunjung Lor – Komitmen dalam memperkuat peran mushala sebagai pusat ibadah dan pemberdayaan masyarakat diwujudkan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) DR Kelompok 1 melalui kegiatan Pemberdayaan Pembentukan Struktur Takmir Mushala Syifaul Qulub, Desa Tunjung Lor. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung penguatan kelembagaan keagamaan yang berkelanjutan di lingkungan masyarakat.
Kegiatan yang melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, jamaah, serta warga sekitar ini dilaksanakan dengan pendekatan musyawarah. Mahasiswa KKN memfasilitasi proses diskusi untuk menyusun kepengurusan takmir secara demokratis sehingga setiap unsur masyarakat memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam menentukan arah pengelolaan Mushala Syifaul Qulub. Pendekatan ini sejalan dengan kegiatan awal KKN yang mengedepankan sinergi dan partisipasi masyarakat.
Keberadaan struktur takmir dinilai menjadi kebutuhan penting agar pengelolaan mushala tidak hanya berjalan berdasarkan kebiasaan, tetapi memiliki sistem organisasi yang jelas. Dengan adanya pembagian tugas dan tanggung jawab yang terstruktur, berbagai kegiatan keagamaan maupun sosial diharapkan dapat terlaksana secara lebih efektif, terarah, dan berkesinambungan.
Selama forum berlangsung, peserta secara aktif menyampaikan berbagai masukan mengenai kebutuhan mushala, mulai dari penyelenggaraan ibadah berjamaah, pengajian rutin, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), hingga kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat. Aspirasi tersebut kemudian menjadi dasar dalam menyusun struktur kepengurusan yang terdiri atas ketua, sekretaris, bendahara, serta beberapa bidang sesuai kebutuhan Mushala Syifaul Qulub.
Koordinator KKN DR Kelompok 1 Bayu Ardianto, menyampaikan bahwa pembentukan struktur takmir merupakan langkah awal untuk membangun tata kelola mushala yang lebih profesional sekaligus memperkuat semangat gotong royong masyarakat.
“Mushala memiliki peran yang sangat strategis, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pembentukan struktur takmir ini, kami berharap pengelolaan Mushala Syifaul Qulub dapat berjalan lebih tertib, memiliki program kerja yang jelas, serta mampu melibatkan lebih banyak masyarakat dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan,” ungkapnya.
Selain mendampingi proses pembentukan kepengurusan, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi mengenai fungsi dan tanggung jawab setiap bidang kepengurusan. Pendampingan tersebut mencakup pentingnya administrasi organisasi, penyusunan program kerja tahunan, koordinasi kegiatan keagamaan, serta penguatan komunikasi antar pengurus agar roda organisasi dapat berjalan secara optimal.
Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Para jamaah menyambut baik terbentuknya struktur takmir karena dinilai akan mempermudah koordinasi dalam pelaksanaan berbagai program kemasjidan. Mereka juga berharap kepengurusan yang telah dibentuk mampu menjadi motor penggerak dalam memakmurkan Mushala Syifaul Qulub sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Melalui program pemberdayaan ini, Mahasiswa KKN DR Kelompok 1 berharap lahirnya kepengurusan takmir yang solid, amanah, dan mampu menjalankan berbagai program secara berkelanjutan. Lebih dari sekadar menyusun struktur organisasi, kegiatan ini menjadi upaya membangun kemandirian masyarakat dalam mengelola lembaga keagamaan sebagai ruang pembinaan karakter, peningkatan kualitas ibadah, serta penguatan nilai-nilai kebersamaan.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat. Dengan kolaborasi antara mahasiswa dan warga, diharapkan Mushala Syifaul Qulub dapat terus berkembang menjadi pusat kegiatan keagamaan yang aktif, inklusif, dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat Desa Tunjung Lor.
| Luas Area | - m2 |
| Luas Bangunan | - m2 |
| Status Lokasi | - |
| Tahun Berdiri | - |